Suka Dengan Gaya Interior Scandinavian? Intip 5 Karakteristik Desain Interior Scandinavian

Merasa tenang dengan suasana ruangan scandinavian? Hal itu wajar mengingat nuansa ruangan scandinavian selalu memberikan kenyamanan pada penghuni di dalamnya.

Scandinavian adalah sebutan untuk kumpulan negara di Eropa bagian utara yang mencakup Denmark, Norwegia, dan Swedia. Secara filosofis, ketiganya berangkat dari budaya, sejarah, dan bahasa yang kurang lebih sama.

Ketika bicara arsitektur, gaya desain interior scandinavian merupakan favorit bagi sebagian orang. Dewasa ini, orang lebih sering menerapkan motif scandinavian ketimbang gaya interior design lain (baca: Macam-macam Gaya Desain Interior).

Tidak banyak ornamen, memanfaatkan cahaya alami, membuat scandinavian memunculkan kesan cozy sekaligus homey. Jika Anda adalah orang yang ingin menerapkan gaya scandinavian, berikut ini kami rangkum tips bagaimana membuat ruangan ala scandinavian.

1. Aksen yang Sederhana

Ciri-ciri desain interior scandinavian adalah tidak banyak guratan, aksesoris tambahan yang terlalu mencolok, aksen yang sederhana.

Tidak banyak motif, itulah mengapa nuansa scandinavian dapat menimbulkan kesan yang tenang. Mulai dari struktur bangunan, tiang, hingga aksesoris, lebih banyak memainkan garis lurus serta tanpa guratan tambahan. Sehingga kesan minimalis dapat dicapai.

2. Pencahayaan

Karakteristik gaya desain interior adalah memanfaatkan cahaya alami.

Salah satu kunci gaya desain interior scandinavian adalah pemanfaatan cahaya. Scandinavian lebih memanfaatkan cahaya alami. Untuk itulah beberapa desainer biasanya lebih sering memasang kaca pada dinding hingga atapnya. Sehingga cahaya dari luar dapat masuk dan menyatu dengan ornamen di dalam ruangan yang juga banyak terinspirasi dari alam.

3. Warna yang Natural

Warna desain interior scandinavian.

Karakter lain yang terasa dari gaya desain interior scandinavian adalah pemilihan warnanya yang cenderung putih, hingga abu-abu terang. Paling maksimal, dapat juga digunakan perpaduan warna-warna terang seperti biru laut yang lebih muda, hijau muda, hingga pink muda. Tingkat saturasinya yang sedang dan juga warna yang tidak mencolok. Kebanyakan, warna diambil dari warna alam di sekitar agar ketika cahaya masuk, ruangan scandinavian dapat menciptakan suasana "ringan" dan nyaman.

4. Bentuk yang Tidak Kaku

Motif scandinavian.

Gaya desain scandinavian cenderung tidak kaku. Ada aspek "kelenturan" pada setiap ornamennya. Misalnya saja pada kaki kursi yang dibuat agak diagonal, sudut tempat tidur yang tidak terlalu menyiku, atau dalam hal ini lekukan yang tidak terlalu tajam. Membuat tampilan scandinavian tidak terlalu "bold" atau dalam ini tajam. Karakter inilah yang menambahkan kesan lembut pada desain scandinavian.

5. Kayu

Sebagian besar unsur scandinavian memanfaatkan unsur kayu.

Scandinavian membawa kesan alam ke dalam ruangan. Salah satunya unsur kayu di dalamnya. Sehingga, gaya desain interior scandinavian hampir memanfaatkan kayu sebagai ornamen utama. Baik itu tekstur, maupun warna turunannya.

Unsur kayu menjadi penting dalam scandinavian sehingga membuatnya terkesan berinteraksi dengan alam.

Itulah tadi beberapa tips menjadikan ruangan Anda penuh dengan nuansa scandinavian. Semoga bermanfaat!

Ingin rumah Anda memiliki gaya desain interior Scandinavian? Konsultasikan gratis pada Velospace - Jasa desain interior terbaik di Jakarta.

 


Yuk tunggu apalagi, Nikmati kemudahan wujudkan hunian impian bersama Velospace & co.

Daftar Sekarang!